Atraksi Cahaya Malenge

Tanggal 30 April 2017, aku juga Fiar tiba di pulau Wakai. Pulau yang menjadi jalur masuk, untuk menjelajahi indah nya kepulauan Togean. Dan ternyata kami tiba bertepatan di hari minggu. Yang mana tidak tersedia public boat menuju pulau Malenge. Tapi sesuai rencana kami sebelumnya, kami pun tetap memutuskan untuk menuju ke pulau Malenge. Meskipun kami harus mencarter ketinting dengan harga yang mahal untuk menuju Malenge. Ya terbilang mahal, mengingat jarak dari pulau Wakai untuk ke pulau Malenge terbilang jauh. ​Sekitar +- 2,5 jam dengan ketinting, +- 4 jam dengan kapal ferry.

Sore hari kami pun tiba di Malenge, dan menuju Lestari Cottages sebagai tempat kami menginap. Dan seperti nya Tuhan dengan tepat menuntun kami kemari. Banyak cerita yang membuat kami jatuh hati tinggal di tempat ini.

Seperti cerita berikut ini. Tepat nya malam di hari pertama, kira” pukul sepuluh, mas Roli mengajak kita ke dermaga di depan pulau. Dia bilang kalau kita bergerak di air, kita bisa lihat plankton menyala”. Terus tanpa banyak basa basi, mas Roli langsung lompat nyebur ke laut.
Buseettt daaahh beneran nih ??? Eh ternyata mas Roly bener. Dari dalam air terlihat cahaya kuning emas kehijauan, seperti kunang”. Semakin bergerak di air, semakin bercahaya deh si plankton.

Njiiirrr keren abiisss. Kagak ada yang begituan di kota.

Tapi serius nih mas Roly kita kudu ikut lompat nyebur malam” gini. Mana cuaca nya dingin lagi.

Tapi, aaah bodo amat laahh, nanti tinggal mandi lagi. Sekali” ikut gila laahhh.

Dan akhir nya malam itu kita lompat nyebur ke laut, berenang menikmati atraksi cahaya sampai pukul dua belas malam. Bersama mas Roly, dan teman – teman baru dari Jekardah.

Di atas langit kita bisa lihat cahaya bintang yang indah dengan jelas nya. Plus di air kita bisa lihat cahaya plankton yang juga indah dengan jelas nya.

Njiiirr salah satu momen keren yang bakal sulit untuk dilupakan. Terimakasih mas Roly untuk pelajaran pertama kami, tinggal di pulau yang jaauuuhhh sekali. Tidak selama nya hidup di tempat terpencil dengan penerangan terbatas itu membosankan.

#somewhereonlyweknow #adaytoremember

#malengeisland #malengepunyacerita

#togean #centralcelebes #indonesia

#savekendeng

We eat rice, not cement. We need farm development, not cement factory. Dont destroy the nature.

🌾🌱🌿🌄✊👊💪

#savekendeng #kendenglestari #kendengmelawan #kendengtaksendiri #tolakpabriksemen

Tuhan lupa Indonesia ?

​Apa yang lebih menyedihkan dibanding kehidupan yang dirampas paksa?

Apa yang lebih menyedihkan dibanding alam yang dirusak paksa?

Dibunuh pelan – pelan oleh uang.

Yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin.

Entah sedang kemana Tuhan.

Mungkin sedang lupa akan Indonesia.

Desember Sepi

Nai, apa kabar mu?

Entah sudah berapa lama aku dan kamu tak duduk berdua, Nai. Duduk untuk berbagi cerita, mewarnai gambar – gambar lucu di buku mu, atau mengisi kotak – kotak TTS di buku bercover wanita seksi. Haha, semua nya itu adalah beberapa cara yang aku dan kamu lakukan, untuk sekedar merayakan sepi. Ya, sepi yang tak selalu pernah bisa aku dan kamu nikmati sendiri. Mungkin karena itu, sepi membuat aku dan kamu akhir nya bertemu, Nai. Aku dengan sepi ku. Kamu dengan sepi mu. Dan entah bagaimana, tau – tau kita menjadi partner. Bersepakat untuk merayakan sepi, dengan cara membunuh sepi bersama – sama. Seperti batman dan robin, atau woody dan buzz light year. Hahaha

Sekarang, tak terasa 1 tahun berlalu. Entah kamu masih ingat atau tidak, Nai. Tapi aku masih mengingat nya dengan cukup jelas, bahwa di bulan desember tahun lalu, sepi membuat aku dan kamu bertemu. Namun sekarang, seperti nya sepi tak lagi menghinggapi mu. Ya, sepi mu yang memberitahukan nya kepada ku, Nai. Mungkin karena itu, sekarang kamu tak ada lagi di tempat yang sama. Pergi menghilang ke entah berantah.

Dan baru saja aku mendengar kabar, bahwa kamu pergi menghilangkan sepi mu di negeri orang. Negeri yang kamu cerita kan kepada ku dengan antusias, bahwa kamu ingin menjejakkan kaki mu disana. Bahkan mungkin kamu akan menetap disana suatu saat. Syukurlah, Nai. Ku ucapkan selamat sebesar – besar nya untuk mu. Dan selamat karna kamu sudah menemukan penghilang sepi yang tepat.

Ah, seperti nya waktu terasa begitu cepat. Atau hanya aku saja yang merasakan nya, di tengah sepi ku sekarang ini. Haha, tak apa Nai. Tak usah kamu pikirkan. Lagi pula aku yakin kamu memang tak akan pernah memikirkan nya.

Cukup. Seperti nya sepi ku semakin menguat desember ini. Sampai – sampai aku terlalu jauh mengkhayal. Selamat Nai, sekali lagi ku ucapkan selamat. Semoga di lain waktu, akan tiba saat nya untuk ku dan kamu bertemu. Bukan lagi untuk merayakan sepi. Tetapi untuk merayakan hal – hal lain yang jauh lebih baik.

Jangan Ganggu

Gerimis datang, jatuh di atas genteng.

Mereka tak boleh masuk, biar saja di luar.

Ini rumah ku, ini kamar ku.

Aku sedang sibuk, jangan di ganggu.

Memupuk rindu berulang – ulang.

Agar rimbun, agar rindang.

Sampai nanti jumpa kamu, saling berbagi teduh rindu.

Nada Mayor

​Aku nda begitu mengerti tentang musik dan nada. Tapi yang aku tau, bagiku kamu adalah serangkaian nada nada mayor, yang di setiap frekuensi menyuarakan keriangan, pun membuatku tersenyum.

Seremonial

​Bagi ku, Indonesia menjadi sangat tidak asik ketika banyak hal yang di rayakan dengan terlalu seremonial.

Untuk apa terlalu seremonial, terlalu serius, terlalu baku, terlalu tersistem. Sehingga banyak hal harus di isi dengan kata sambutan, yang bagiku tak lebih menarik dari lomba baca puisi anak”. Pun banyak hal harus di isi dengan mengheningkan cipta, serta lagu” dari paduan suara, yang bagiku tak lebih menarik dari electone di kondangan.

Untuk apa terlalu seremonial, terlalu serius, terlalu baku, terlalu tersistem. Sehingga ketika sosok yang di anggap penting masuk ke ruangan, seluruh hadirin di ruangan harus berdiri, seakan antusias menunggu kedatangan nya. Pun ketika sosok pemberi kata sambutan selesai beromong kosong ria, seluruh hadirin di ruangan harus bertepuk tangan, seakan puas menikmati omong kosong bagai menonton konser.

Bagiku, cukuplah upacara bendera, upacara” agama, dan upacara” adat yang memang pantas dan harus di perlakukan secara seremonial, serius, baku, dan tersistem.

Andai saja acara wisuda di rayakan dengan bersenang”. Di panggil maju ke depan dengan meriah, bebas bergaya di panggung, di isi band dengan musik asoy, pemutaran video masa” di kampus, kembang api menyala”, balon” jatuh dari atas, pameran seni dan kreatifitas, plus makan” enak bersama. Menurut ku pasti lebih menarik. Terlalu aneh ya, bisa jadi. Tak apa mungkin memang aku saja yang nyeleneh.

Akhir kata, selamat untuk kelulusan mu adik ku. Selamat menjadi sarjana. Selamat sudah membanggakan orang tua dengan cara mu. Selamat menggapai mimpi mu selanjut nya. Kakak mu nanti saja jadi sarjana nya (kalau acara wisuda tak lagi seremonial). Heuheu

Rahwana di Negeri Tikus

​Taukah kau bahwa tak hanya pemerintah kita yang kacau balau. Bahkan di kahyangan pun, suatu waktu para Dewa berbuat semaunya sendiri.

Siapakah yg berani menentang mereka? Adalah Rahwana, lambang angkara murka, yang dengan gagah perkasa datang ke kahyangan. Bahkan Rahwana mampu mengobrak abrik kahyangan dan membuat para dewa kewalahan.

Tentunya jika dulu pemilihan raja di tentukan oleh para dewa, tak mungkin Rahwana lambang angkara murka yang pemberontak bisa menjadi raja. 

Begitu juga yang terjadi di negeri kita sekarang, takkan mungkin manusia menjadi pemimpin di negeri tikus. Ya tikus” berdasi penggerogot negeri.

Lalu takutkah kita sebagai rakyat kepada pemerintah yang semakin bertindak semau nya? Membiarkan negeri kita terus menerus di gerogoti para tikus?

Semoga Rahwana baru yang gagah perkasa terus bermunculan. Rahwana baru yang berani mengobrak abrik demi keadilan. Rahwana baru yang tak takut di cap sebagai lambang angkara murka dan pemberontak.

Kumbakarna

​Mungkin asik juga menjadi Kumbakarna, yang kalau tidur bisa 6 bulan lamanya.

Kumbakarna tak perlu pusing merenung dan memikirkan kebajikan, seperti adiknya Wibisana.

Kumbakarna tak perlu repot mencari pelampiasan nafsu dan mengurusi kemewahan, seperti adiknya Sarpaneka.

Kumbakarna tak perlu galau soal cinta dan memendam rindu yang besar, seperti kakaknya Rahwana.

Kumbakarna menikmati segala hal sebagai perayaan. Termasuk tidur itu sendiri. Tidur yang bukan sembarang tidur. Tetapi tidur yang menikmati kekosongan. Karna sejatinya semua itu kosong.

Termasuk hal ini yang sedari tadi berputar di kepalaku. Mungkin cuma omong kosong. Heuheu

Lagi pula mama pasti cemas kalau aku tidur 6 bulan. Siapa yang bayar listrik nanti. Heuheu

Oke mari tidur, semoga bangun nanti aku jadi seindah Kala Marica, yang bisa memikat hati Sinta di hutan dandaka. Heuheu omong kosong.